Jakarta, 21 September 2026 – Peredaran rokok elektrik atau vape yang mengandung etomidate kembali menjadi perhatian setelah sejumlah kasus ditemukan di Indonesia. Zat tersebut sebenarnya merupakan obat anestesi yang digunakan dalam dunia medis untuk membantu proses pembiusan dan diberikan dengan pengawasan tenaga kesehatan. Penyalahgunaan etomidate melalui cairan vape dinilai sangat berbahaya karena dosis yang masuk ke tubuh tidak terkontrol. Efeknya dapat muncul dalam waktu cepat karena zat tersebut bekerja pada sistem saraf pusat. Pengguna berisiko mengalami penurunan kesadaran, gangguan koordinasi tubuh, hingga masalah pernapasan. Dalam kondisi berat, penyalahgunaan dapat menimbulkan komplikasi serius yang berpotensi berujung pada kematian.
Etomidate merupakan obat anestesi intravena dengan efek kerja cepat yang biasa digunakan untuk induksi anestesi sebelum tindakan medis tertentu. Dalam penggunaannya secara medis, dosis diberikan secara terukur dan kondisi pasien dipantau ketat. Tekanan darah, denyut jantung, kadar oksigen, dan fungsi pernapasan menjadi sejumlah parameter yang diperhatikan selama pemberian anestesi. Kondisi tersebut sangat berbeda ketika etomidate dicampurkan ke cairan vape dan digunakan tanpa pengawasan. Pengguna tidak mengetahui secara pasti konsentrasi zat dalam setiap cartridge maupun jumlah yang masuk ke tubuh dalam sekali menghirup. Ketidakpastian dosis tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat penyalahgunaan etomidate melalui vape memiliki risiko tinggi.
Dokter spesialis anestesi sebelumnya mengingatkan bahwa etomidate bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghasilkan kondisi tidak sadar. Jika digunakan secara sembarangan, efek yang muncul dapat berupa pusing, kehilangan kesadaran, gerakan tubuh tidak terkendali, hingga gangguan pernapasan. Dalam penggunaan medis pun etomidate diketahui dapat menimbulkan efek samping seperti penurunan tekanan darah, gangguan irama jantung, apnea atau berhentinya napas sementara, serta penyumbatan jalan napas pada kondisi tertentu. Risiko menjadi semakin sulit diperkirakan ketika zat tersebut dihirup melalui vape karena cara penggunaannya berbeda dari prosedur medis. Pengguna juga dapat menghirup zat tersebut berkali-kali dalam waktu singkat tanpa mengetahui jumlah yang sudah masuk ke tubuh. Kondisi inilah yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya keracunan dan komplikasi berat.
Salah satu efek yang kerap dikaitkan dengan penyalahgunaan etomidate adalah hilangnya kemampuan mengendalikan tubuh. Pengguna dapat terlihat seperti kehilangan kesadaran, berdiri dalam kondisi tidak stabil, mengalami tubuh kaku, gemetar, atau bahkan kejang. Kondisi tersebut membuat vape berisi etomidate kerap dikenal dengan istilah “liquid zombie”. Sebutan tersebut menggambarkan perubahan perilaku dan gerakan tubuh yang dapat terlihat setelah zat digunakan, bukan istilah medis untuk efek etomidate. Selain efek langsung dari zat, kehilangan kesadaran juga dapat menimbulkan risiko sekunder seperti terjatuh, mengalami kecelakaan, atau mengalami cedera kepala. Bahaya menjadi semakin besar apabila penggunaan dilakukan ketika mengemudikan kendaraan atau berada di tempat yang tidak aman.
Gangguan pernapasan menjadi salah satu risiko yang perlu mendapat perhatian serius. Etomidate dapat memengaruhi sistem saraf yang berhubungan dengan kesadaran dan fungsi pernapasan, terutama ketika digunakan dengan dosis yang tidak diketahui atau dikombinasikan dengan zat lain. Pengguna dapat mengalami napas melambat, kesulitan bernapas, hingga kehilangan kesadaran yang membutuhkan pertolongan medis segera. Risiko juga dapat meningkat apabila seseorang menggunakan alkohol, obat penenang, atau zat lain yang sama-sama menekan sistem saraf pusat. Dalam situasi tersebut, efek beberapa zat dapat saling memperkuat sehingga kondisi pengguna memburuk dengan cepat. Tanpa pertolongan yang tepat, gangguan pernapasan berat dapat menyebabkan kekurangan oksigen dan mengancam keselamatan jiwa.
Bahaya lainnya berasal dari penggunaan etomidate berulang. Paparan yang tidak sesuai indikasi medis dapat memengaruhi produksi hormon tertentu melalui penekanan fungsi kelenjar adrenal. Kondisi ini berpotensi mengganggu kemampuan tubuh merespons stres dan mempertahankan berbagai fungsi fisiologis. Risiko tersebut menjadi alasan etomidate dalam praktik medis digunakan berdasarkan pertimbangan klinis dan bukan sebagai zat untuk konsumsi rekreasional. Penggunaan melalui vape juga tidak memberikan jaminan mengenai kemurnian cairan karena produk ilegal dapat mengandung campuran lain yang tidak diketahui. Karena itu, dampak kesehatan yang muncul tidak selalu dapat diprediksi hanya berdasarkan karakteristik etomidate. Komposisi cairan ilegal yang berbeda-beda dapat menambah risiko keracunan.
Perhatian terhadap etomidate semakin meningkat seiring sejumlah pengungkapan aparat sepanjang 2026. Polisi menemukan cartridge vape mengandung etomidate dalam berbagai operasi di Jakarta, Banten, Riau, Sumatera Utara, dan sejumlah wilayah lainnya. Pada April 2026, lebih dari seribu cartridge ditemukan dalam pengungkapan kasus di Jakarta Timur. Beberapa bulan kemudian, aparat juga membongkar lokasi yang diduga digunakan untuk memproduksi cartridge berisi etomidate di kawasan Tangerang dan Jakarta Utara. Penyelidikan menunjukkan peredaran zat tersebut tidak hanya melibatkan pengguna, tetapi juga jaringan distribusi yang memanfaatkan media sosial dan sistem pengiriman tertentu. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa penyalahgunaan obat anestesi melalui rokok elektronik telah berkembang menjadi persoalan yang membutuhkan pengawasan lebih ketat.
Kasus terbaru juga terungkap melalui penyelidikan jaringan peredaran vape etomidate yang melibatkan pemasok dari luar negeri. Kepolisian Bandara Soekarno-Hatta pada September 2026 mengungkap jaringan yang diduga mendistribusikan cartridge berisi etomidate. Penyelidikan dilakukan setelah aparat menemukan indikasi masuknya produk tersebut melalui jaringan internasional. Sejumlah orang kemudian ditetapkan sebagai tersangka, sementara pengguna yang teridentifikasi dalam pengembangan perkara menjalani penanganan lebih lanjut. Kasus tersebut menambah daftar pengungkapan peredaran etomidate yang dikemas menyerupai produk vape biasa. Modus semacam ini dinilai berbahaya karena konsumen dapat menghadapi produk dengan kandungan zat kuat tanpa informasi dosis maupun komposisi yang dapat dipastikan.
Masyarakat perlu mewaspadai cartridge vape yang tidak diketahui asal-usul dan komposisinya, terutama produk yang ditawarkan secara ilegal melalui media sosial maupun jaringan tertutup. Gejala seperti kehilangan kesadaran, kejang, kesulitan bernapas, tubuh tidak terkendali, atau penurunan respons setelah menggunakan vape membutuhkan pertolongan medis segera. Orang di sekitar pengguna tidak disarankan memberikan zat atau obat lain secara sembarangan untuk mencoba menetralisasi efeknya. Apabila korban tidak sadar tetapi masih bernapas, posisi tubuh perlu dijaga agar jalan napas tidak terhalang sambil segera menghubungi layanan medis. Jika pernapasan berhenti, bantuan kegawatdaruratan harus diberikan oleh orang yang memiliki kemampuan sesuai sembari menunggu tenaga kesehatan. Kecepatan mendapatkan pertolongan menjadi penting karena gangguan kesadaran dan pernapasan dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa.
Meningkatnya temuan etomidate dalam cartridge menunjukkan bahwa bahaya vape tidak hanya berkaitan dengan nikotin maupun zat yang lazim terdapat dalam cairan rokok elektrik. Produk ilegal dapat digunakan sebagai media untuk memasukkan obat keras atau zat psikoaktif yang seharusnya berada di bawah pengawasan medis. Etomidate memiliki fungsi penting dalam anestesi ketika digunakan dengan dosis tepat dan pemantauan profesional, tetapi penggunaannya melalui vape sama sekali berbeda dari prosedur tersebut. Tidak adanya kontrol terhadap dosis, frekuensi penggunaan, kemurnian, serta kemungkinan campuran zat lain membuat dampaknya sulit diprediksi. Risiko kehilangan kesadaran, gangguan koordinasi, kejang, gangguan pernapasan, hingga komplikasi fatal menjadi alasan masyarakat perlu menghindari produk semacam itu. Pengawasan terhadap peredaran cartridge ilegal sekaligus edukasi mengenai bahayanya menjadi penting untuk mencegah semakin luasnya penyalahgunaan etomidate.




