Jakarta, 22 September 2026 – Flu dapat membuat tubuh terasa lemas, hidung tersumbat, tenggorokan tidak nyaman, hingga nafsu makan berkurang. Selain cukup beristirahat dan memenuhi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi dapat membantu tubuh selama masa pemulihan. Buah menjadi salah satu pilihan karena menyediakan vitamin, mineral, cairan, serat, serta berbagai senyawa antioksidan. Vitamin C memang tidak menyembuhkan flu secara langsung, tetapi merupakan nutrisi yang berperan dalam fungsi normal sistem kekebalan tubuh.
Jeruk menjadi buah yang paling sering dikaitkan dengan vitamin C. Jeruk manis, jeruk mandarin, lemon, hingga grapefruit menyediakan vitamin C sekaligus mengandung banyak air. Teksturnya yang mudah dikonsumsi juga membuat buah ini dapat menjadi pilihan ketika nafsu makan sedang menurun. Meski demikian, buah dengan rasa sangat asam dapat terasa kurang nyaman bagi sebagian orang yang mengalami iritasi tenggorokan atau gangguan lambung. Dalam kondisi tersebut, jenis buah lain dapat menjadi alternatif.
Jambu biji merupakan salah satu buah dengan kandungan vitamin C yang tinggi. Selain vitamin C, jambu biji menyediakan serat dan sejumlah senyawa antioksidan yang mendukung pola makan bergizi. Buah ini dapat dikonsumsi secara langsung atau diolah menjadi jus tanpa tambahan gula berlebihan. Ketika sedang flu, pengolahan menjadi minuman dapat membantu sebagian orang yang kesulitan mengonsumsi makanan padat. Namun, konsumsi buah utuh tetap memberikan keuntungan berupa kandungan serat yang lebih terjaga.
Kiwi juga dapat dimasukkan dalam pilihan buah selama masa pemulihan. Buah ini mengandung vitamin C, vitamin K, folat, serat, serta berbagai senyawa tumbuhan. Teksturnya yang lembut membuat kiwi relatif mudah dikonsumsi. Kandungan airnya juga dapat membantu melengkapi asupan cairan, meskipun kebutuhan hidrasi utama tetap sebaiknya dipenuhi dengan cukup minum. Kiwi dapat dikonsumsi langsung atau dipadukan dengan buah lain sebagai camilan.
Pepaya menjadi alternatif lain yang mudah ditemukan di Indonesia. Buah ini mengandung vitamin C, provitamin A dalam bentuk karotenoid, serta berbagai antioksidan. Teksturnya yang lunak membuat pepaya relatif mudah dimakan ketika tubuh sedang kurang nyaman. Kandungan seratnya juga mendukung kesehatan pencernaan. Pepaya matang dapat dikonsumsi langsung tanpa perlu tambahan pemanis sehingga cocok menjadi bagian dari menu selama masa pemulihan.
Stroberi dan buah beri lainnya juga dikenal mengandung vitamin C serta senyawa antioksidan seperti antosianin. Senyawa tersebut merupakan pigmen alami yang memberikan warna merah, biru, atau ungu pada berbagai jenis beri. Mengonsumsi buah dengan warna yang beragam dapat membantu memenuhi berbagai jenis mikronutrien dan senyawa tumbuhan. Stroberi dapat dimakan langsung, dicampurkan dengan yoghurt, atau menjadi bagian dari menu sarapan. Buah sebaiknya dicuci dengan baik sebelum dikonsumsi.
Nanas juga menyediakan vitamin C dan berbagai nutrisi lain. Buah ini mengandung enzim bromelain, tetapi keberadaan bromelain tidak berarti nanas dapat digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan flu. Nanas tetap lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari makanan bergizi selama pemulihan. Kandungan airnya dapat membuat buah terasa menyegarkan ketika tubuh kurang nyaman. Namun, rasa asam nanas dapat mengganggu sebagian orang yang sedang mengalami tenggorokan sensitif.
Mangga dapat menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan buah dengan rasa lebih manis. Mangga menyediakan vitamin C serta karotenoid yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A. Kedua nutrisi tersebut mempunyai fungsi penting dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk fungsi normal sistem imun. Mangga matang juga memiliki tekstur lembut sehingga mudah dikonsumsi. Porsinya tetap perlu disesuaikan sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Selain memilih jenis buah, cara mengonsumsinya juga perlu diperhatikan. Buah segar tanpa tambahan gula umumnya menjadi pilihan sederhana dibandingkan minuman buah dengan gula tambahan dalam jumlah tinggi. Jika memilih jus, sebaiknya tidak mengandalkannya sebagai satu-satunya sumber buah karena proses pengolahan dapat mengurangi manfaat serat dibandingkan buah utuh. Mengombinasikan beberapa jenis buah juga dapat memberikan variasi nutrisi. Namun, tidak ada satu jenis buah yang dapat menggantikan istirahat, hidrasi, dan penanganan medis ketika memang diperlukan.
Flu pada umumnya dapat membaik dengan istirahat dan perawatan suportif, tetapi kondisi setiap orang berbeda. Buah seperti jeruk, jambu biji, kiwi, pepaya, stroberi, nanas, dan mangga dapat menjadi bagian dari menu karena menyediakan vitamin C dan beragam antioksidan. Konsumsi tersebut sebaiknya tetap disertai cukup air, makanan bergizi seimbang, dan tidur yang memadai. Apabila gejala terasa berat, muncul sesak napas, nyeri dada, dehidrasi, demam yang menetap, atau kondisi justru memburuk, pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan untuk menentukan penanganan yang sesuai.




