Jakarta, 30 September 2026 – Manchester United disebut berpeluang memanfaatkan ketidakpastian yang sedang menyelimuti Manchester City dengan memburu Gianluigi Donnarumma dan Elliot Anderson. Spekulasi tersebut menguat setelah komisi independen menyatakan City bersalah atas pelanggaran serius aturan finansial Premier League selama periode 2009/2010 hingga 2017/2018. Namun, hingga saat ini belum ada sanksi yang dijatuhkan, sementara Manchester City telah menyatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut. Karena itu, kemungkinan Donnarumma dan Anderson meninggalkan Etihad Stadium masih sepenuhnya bergantung pada perkembangan proses hukum dan bentuk hukuman yang nantinya diberikan.
Mantan penyerang Aston Villa, Gabriel Agbonlahor, menjadi salah satu sosok yang mendorong Manchester United untuk mengejar kedua pemain tersebut apabila City sampai terdegradasi. Menurutnya, Donnarumma dapat menjadi pilihan bagi United untuk memperkuat posisi penjaga gawang, sementara Anderson merupakan gelandang yang sebelumnya memang pernah masuk radar Setan Merah. Pernyataan itu masih berupa pandangan mengenai skenario transfer dan bukan indikasi bahwa Manchester United telah mengajukan penawaran resmi. Belum ada pula informasi bahwa Donnarumma ataupun Anderson telah meminta meninggalkan Manchester City. Situasi dapat berubah apabila hukuman terhadap City nantinya berdampak langsung pada status mereka di Premier League.
Donnarumma menjadi salah satu nama yang paling menarik perhatian karena statusnya sebagai penjaga gawang utama Manchester City. Kiper tim nasional Italia tersebut bergabung dari Paris Saint-Germain pada musim panas 2025 dan kemudian mengambil posisi penting di bawah mistar. Performanya juga terlihat ketika City mengalahkan Manchester United 1-0 dalam derby pada September 2026, dengan Donnarumma melakukan penyelamatan penting untuk mempertahankan keunggulan timnya. Kemampuan dan pengalamannya di level tertinggi membuat Donnarumma berpotensi menarik banyak peminat apabila suatu saat tersedia di pasar transfer. Untuk sekarang, laporan mengenai kemungkinan kepindahannya masih menekankan bahwa keputusan apa pun belum dibuat.
Situasi Elliot Anderson juga menarik karena gelandang Inggris tersebut sebelumnya dikaitkan dengan Manchester United sebelum akhirnya bergabung dengan City. United disebut sempat menginginkan Anderson ketika masih memperkuat Nottingham Forest, tetapi tidak mencapai kesepakatan mengenai nilai transfer. Manchester City kemudian berhasil merekrutnya dan menjadikannya bagian penting dari lini tengah. Pada derby Manchester musim ini, Anderson bahkan tampil sebagai starter bersama Enzo Fernandez di sektor tengah. Riwayat ketertarikan United itulah yang membuat namanya kembali muncul ketika masa depan pemain-pemain City mulai diperbincangkan.
Peluang mendapatkan kedua pemain dengan harga lebih rendah juga menjadi bagian dari skenario yang dikemukakan Agbonlahor. Ia menilai hukuman berat, khususnya jika sampai membuat City keluar dari Premier League, dapat mengubah posisi klub dalam mempertahankan pemain bintangnya. Anderson menjadi contoh karena biaya transfernya ketika bergabung dengan City sangat tinggi sehingga kondisi luar biasa dapat memengaruhi valuasi maupun keputusan pemain. Namun, tidak ada kepastian bahwa City akan menjual pemain dengan harga diskon apabila hukuman berat benar-benar dijatuhkan. Kontrak pemain dan keputusan manajemen tetap menjadi faktor yang menentukan setiap kemungkinan transfer.
Hal yang perlu diperhatikan adalah Manchester City belum dipastikan terdegradasi ataupun dikeluarkan dari Premier League. Komisi independen memang telah mengeluarkan keputusan mengenai pelanggaran finansial, tetapi tahapan penentuan sanksi dan proses banding masih harus dijalani. City membantah kesimpulan tersebut dan menyatakan terdapat kesalahan material dalam aspek hukum, prinsip, serta fakta yang menjadi dasar keputusan. Dengan demikian, skenario mengenai eksodus pemain masih bersifat hipotetis sampai konsekuensi olahraga terhadap klub diketahui secara resmi. Perkembangan proses banding akan sangat menentukan apakah pembicaraan transfer yang muncul saat ini berkembang menjadi langkah konkret.
Bagi Manchester United, Donnarumma dan Anderson merupakan dua nama yang secara posisi dapat memberikan tambahan kualitas apabila kesempatan transfer benar-benar terbuka. Namun, sejauh ini pembicaraan tersebut berasal dari dorongan dan analisis mengenai kemungkinan yang dapat terjadi, bukan kesepakatan transfer antara kedua klub Manchester. City juga masih mempunyai alasan kuat mempertahankan pemain terbaiknya selama proses hukum berlangsung dan belum ada kepastian mengenai hukuman final. Donnarumma dan Anderson karena itu tetap berstatus pemain Manchester City sementara klub mempersiapkan langkah banding. Masa depan keduanya baru berpotensi berubah secara signifikan apabila keputusan akhir kasus finansial menghasilkan konsekuensi besar terhadap posisi Manchester City di kompetisi Inggris.




