Jakarta, 5 Mei 2026 – Tokoh budaya sekaligus politikus Dedi Mulyadi menggelar kirab budaya dengan membawa Mahkota Binokasih mengelilingi sejumlah wilayah di Jawa Barat. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengangkat kembali nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat Sunda.
Berbeda dari kegiatan sebelumnya yang kerap menggunakan kendaraan modern, kali ini kirab dilakukan dengan nuansa tradisional yang kental. Mahkota Binokasih dibawa secara simbolis dalam prosesi adat yang melibatkan berbagai unsur budaya, termasuk seniman, tokoh adat, serta masyarakat setempat.
Mahkota Binokasih sendiri dikenal sebagai simbol penting dalam sejarah kerajaan Sunda. Keberadaannya memiliki makna mendalam sebagai lambang kepemimpinan, kearifan, serta identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa kirab ini bukan sekadar seremoni, melainkan sarana edukasi budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Ia berharap masyarakat dapat lebih mengenal sejarah daerahnya serta menjaga warisan budaya yang dimiliki.
Kegiatan kirab juga menjadi ajang mempererat kebersamaan masyarakat di berbagai daerah. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya masyarakat yang menyambut rombongan kirab di setiap wilayah yang dilalui.
Selain itu, kirab budaya ini diharapkan dapat mendorong pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi. Nilai-nilai tradisi dinilai penting untuk tetap dijaga sebagai bagian dari identitas bangsa.
Hingga saat ini, rangkaian kirab masih berlangsung dan akan terus dilanjutkan ke berbagai daerah di Jawa Barat sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kembali warisan budaya kepada masyarakat luas.





