Jakarta, 16 Oktober 2026 – Suroso Isnandar resmi dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) menggantikan Darmawan Prasodjo setelah keputusan pergantian kepemimpinan ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 14 Oktober 2026. Penunjukan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan perusahaan listrik milik negara yang memiliki peran strategis dalam menyediakan kebutuhan energi bagi masyarakat dan dunia usaha. Suroso bukan sosok baru di lingkungan PLN karena telah menghabiskan lebih dari tiga dekade kariernya dalam sektor ketenagalistrikan nasional. Pengalamannya mencakup pengelolaan pembangkit listrik, sistem transmisi, pengaturan beban, transformasi digital, hingga pengembangan energi baru terbarukan. Dengan latar belakang tersebut, Suroso diharapkan mampu melanjutkan transformasi perusahaan sekaligus menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur dan transisi energi Indonesia.
Suroso Isnandar lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 12 Agustus 1971 dan kini berusia 55 tahun. Ia memiliki latar belakang pendidikan yang berkaitan erat dengan bidang teknik elektro serta pengelolaan sistem tenaga listrik. Pendidikan sarjananya ditempuh di Institut Teknologi Bandung dengan mengambil bidang Power System Engineering dan berhasil diselesaikan pada 1994. Setelah memperoleh gelar sarjana, Suroso melanjutkan pendidikan ke University of Abertay di Skotlandia dengan mengambil program Master of Science dalam bidang Power System Engineering and Management. Ia menyelesaikan pendidikan magister tersebut pada 1999 sebelum kembali mengembangkan karier profesionalnya di sektor ketenagalistrikan. Komitmennya terhadap pengembangan keilmuan juga ditunjukkan dengan keberhasilan meraih gelar doktor Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung pada 2025.
Perjalanan karier Suroso di PLN berlangsung melalui berbagai posisi yang berhubungan langsung dengan operasional sistem ketenagalistrikan. Pada periode 2019 hingga 2021, ia dipercaya menjabat sebagai General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi. Dalam posisi tersebut, Suroso memiliki tanggung jawab yang berkaitan dengan pengelolaan pembangkitan serta penyaluran tenaga listrik di kawasan Sulawesi. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman mengenai kebutuhan menjaga keandalan pasokan energi di wilayah dengan karakteristik geografis dan perkembangan kebutuhan listrik yang beragam. Pengelolaan sistem pembangkitan juga membutuhkan koordinasi antara perencanaan kapasitas, pemeliharaan infrastruktur, serta pengawasan operasional agar pasokan listrik tetap stabil. Pengalaman memimpin unit strategis tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan kariernya menuju jajaran direksi perusahaan.
Setelah menyelesaikan tugas di Sulawesi, Suroso memperoleh tanggung jawab baru sebagai General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali pada periode 2021 hingga 2022. Jabatan tersebut berkaitan dengan pengaturan sistem kelistrikan di salah satu kawasan dengan kebutuhan energi terbesar di Indonesia. Pengelolaan beban listrik memerlukan kemampuan menjaga keseimbangan antara produksi dan konsumsi agar sistem tetap beroperasi secara aman dan andal. Dalam menjalankan fungsi tersebut, koordinasi antara pembangkit, jaringan transmisi, dan pusat pengendalian menjadi bagian penting untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan listrik. Pengalaman Suroso dalam pengaturan sistem tenaga memperluas kompetensinya dari pengelolaan infrastruktur menuju pengendalian operasi kelistrikan berskala besar. Pengetahuan mengenai karakteristik jaringan listrik nasional tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan modernisasi sistem energi.
Karier Suroso kemudian berlanjut ke bidang teknologi informasi ketika ia ditunjuk sebagai Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi pada Direktorat Utama PLN Kantor Pusat selama periode 2022 hingga 2023. Posisi tersebut memberikan pengalaman dalam pengembangan teknologi digital yang semakin dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Transformasi digital menjadi bagian penting dalam pengelolaan jaringan listrik modern karena dapat mendukung pemantauan sistem, pengolahan data, serta peningkatan pelayanan pelanggan. Melalui pemanfaatan teknologi informasi, perusahaan ketenagalistrikan dapat mengembangkan sistem pengawasan yang lebih responsif terhadap gangguan maupun perubahan kebutuhan energi. Pengalaman Suroso pada bidang ini menunjukkan bahwa kompetensinya tidak hanya terbatas pada infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup pengembangan sistem pendukung operasional berbasis teknologi. Kemampuan menghubungkan kebutuhan teknis dan transformasi digital menjadi salah satu aspek yang relevan dalam kepemimpinannya sebagai direktur utama.
Sebelum menduduki jabatan tertinggi di PLN, Suroso dipercaya sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-159/MBU/06/2025 tertanggal 18 Juni 2025. Jabatan tersebut berkaitan dengan pengelolaan proyek strategis perusahaan serta pengembangan pemanfaatan sumber energi yang lebih beragam dan berkelanjutan. Pengembangan energi baru terbarukan menjadi salah satu agenda penting karena Indonesia berupaya meningkatkan pemanfaatan sumber energi bersih tanpa mengabaikan keandalan pasokan listrik. Dalam bidang manajemen proyek, perusahaan juga dituntut menjaga ketepatan perencanaan, efisiensi pembiayaan, dan kualitas pembangunan infrastruktur. Selain pengalaman profesional, Suroso memiliki sertifikasi Qualified Risk Governance Professional yang menunjukkan kompetensi dalam pengelolaan risiko dan tata kelola perusahaan. Kombinasi pengalaman operasional, manajemen proyek, teknologi informasi, serta pengembangan energi menjadi bekal yang mendukung penunjukannya sebagai pemimpin baru PLN.
Pergantian Direktur Utama PLN dilakukan melalui RUPSLB yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu malam, 14 Oktober 2026. Komisaris Independen PLN, Andi Arief, mengonfirmasi bahwa Suroso ditunjuk menggantikan Darmawan Prasodjo yang sebelumnya memimpin perusahaan sejak Desember 2021. Rapat tersebut diikuti jajaran direksi, komisaris, serta perwakilan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara atau BP BUMN. Andi menyampaikan apresiasi terhadap pengabdian Darmawan yang dinilai telah menjalankan berbagai langkah transformasi selama masa kepemimpinannya. Ia juga menyampaikan keyakinan bahwa Suroso mampu melanjutkan agenda pembenahan dan pengembangan perusahaan pada periode berikutnya. Untuk sementara waktu, Suroso masih merangkap jabatan sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan hingga ditetapkan pejabat pengganti yang akan mengisi posisi tersebut.
Penunjukan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PLN membawa harapan terhadap keberlanjutan pembangunan sistem ketenagalistrikan nasional yang semakin andal, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Tantangan yang dihadapi perusahaan mencakup peningkatan kualitas layanan pelanggan, perluasan jaringan listrik, penguatan infrastruktur pembangkitan, serta percepatan pengembangan energi baru terbarukan. Di tengah pertumbuhan kebutuhan energi dan perkembangan teknologi, PLN juga perlu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan keuangan perusahaan dan penyediaan listrik yang terjangkau bagi masyarakat. Pengalaman Suroso selama lebih dari 30 tahun di berbagai unit strategis memberikan pemahaman mengenai kompleksitas operasional perusahaan dari tingkat wilayah hingga pengambilan keputusan korporasi. Keberhasilan kepemimpinannya akan sangat ditentukan oleh kemampuan menerjemahkan pengalaman tersebut menjadi kebijakan yang efektif dan memberikan manfaat nyata bagi pelanggan. Dengan latar belakang pendidikan teknik elektro serta rekam jejak panjang di bidang ketenagalistrikan, Suroso kini mengemban tanggung jawab besar untuk membawa PLN menghadapi kebutuhan energi Indonesia pada masa mendatang.




