Shanghai, 17 September 2026 – Kisah seorang perempuan lanjut usia di Shanghai, China, menjadi perbincangan setelah diketahui menghabiskan seluruh tabungan hidupnya untuk berbagai perawatan kecantikan. Perempuan berusia 75 tahun yang hanya disebut dengan nama keluarga Yu itu dilaporkan mengeluarkan sekitar 3 juta yuan atau setara sekitar Rp7 miliar berdasarkan konversi kurs terkini. Uang tersebut digunakan secara bertahap untuk berbagai layanan kecantikan sejak sekitar 2016. Persoalan baru terungkap ketika putrinya mengetahui kondisi keuangan sang ibu telah menurun drastis. Yu bahkan disebut tidak lagi memiliki cukup uang untuk membayar kebutuhan hidup dan sewa tempat tinggal. Putrinya kemudian meminta bantuan sebuah program televisi di Shanghai untuk mengungkap rincian transaksi yang dilakukan ibunya.
Yu diketahui menjadi pelanggan sebuah cabang perusahaan Yongqi Beauty and Hairdressing Company serta sebuah institusi kecantikan medis yang memiliki hubungan dengan perusahaan tersebut. Selama bertahun-tahun, ia menjalani berbagai prosedur untuk menjaga penampilan. Perawatan yang dibelinya mencakup pengencangan kulit, thread lift, pijat meridian, hingga sejumlah layanan kosmetik lainnya. Catatan pembayaran yang kemudian diperoleh putrinya juga memperlihatkan adanya prosedur tato alis dan bibir. Besarnya pengeluaran tidak langsung diketahui keluarga karena pembayaran berlangsung dalam periode panjang. Ketika seluruh transaksi diperiksa, jumlah kumulatifnya mencapai sekitar 3 juta yuan.
Sebagian besar uang yang digunakan Yu diketahui berasal dari hasil penjualan rumahnya. Karena sebelumnya merasa mempunyai kondisi keuangan yang cukup baik, Yu mengaku tidak terlalu memperhatikan berapa besar biaya yang terus dikeluarkannya untuk perawatan. Kebiasaan tersebut berlangsung selama bertahun-tahun hingga tabungannya semakin menipis. Putrinya baru menyadari skala pengeluaran setelah kondisi finansial ibunya mulai bermasalah. Situasi menjadi semakin serius ketika Yu kesulitan membayar sewa dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia bahkan dilaporkan harus menjual sejumlah perhiasan untuk mendapatkan uang tunai.
Putri Yu kemudian memeriksa catatan transaksi dan menemukan sejumlah harga yang menurutnya jauh lebih mahal dibandingkan tarif umum. Beberapa layanan diduga dipatok sekitar 10 hingga 20 kali harga pasar. Salah satu transaksi yang paling menjadi perhatian adalah prosedur tato bibir yang melibatkan beberapa tindakan dengan biaya mencapai 39.800 yuan. Dengan nilai tersebut, satu rangkaian perawatan bibir saja menghabiskan dana yang sangat besar. Catatan juga menunjukkan Yu menjalani prosedur serupa beberapa kali. Putrinya mempertanyakan alasan tindakan tersebut harus terus diulang serta bagaimana penjelasan mengenai harga yang dibebankan kepada ibunya.
Perawatan bibir bukan satu-satunya transaksi yang dipersoalkan keluarga. Yu juga disebut diarahkan menuju klinik lain bernama Rouyi untuk mendapatkan layanan yang disebut sebagai perawatan intim. Biayanya mencapai sekitar 300.000 yuan, jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan banyak prosedur kecantikan biasa. Yu telah membayar layanan tersebut, tetapi dilaporkan tidak menjalani prosedur yang awalnya disebutkan. Sebagai gantinya, ia menerima beberapa layanan perawatan kulit lainnya. Situasi tersebut membuat keluarga semakin mempertanyakan bagaimana paket perawatan ditawarkan dan diganti setelah pembayaran dilakukan.
Catatan transaksi dari klinik tersebut juga memuat sejumlah nama layanan yang tidak dipahami Yu secara jelas. Di antaranya terdapat istilah yang diterjemahkan sebagai “happiness chair” dan “space capsule”. Ketika ditanya mengenai layanan tersebut, Yu disebut tidak dapat menjelaskan secara pasti prosedur apa yang sebenarnya diterimanya. Putrinya juga menemukan pembayaran dari klinik tersebut tercatat melalui rekening yang berhubungan dengan Yongqi. Temuan itu mendorong keluarga meminta penjelasan lebih lengkap mengenai hubungan antara kedua tempat perawatan. Mereka juga mempertanyakan apakah seluruh layanan yang dibayar benar-benar telah diterima sesuai dengan nilai transaksinya.
Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian karena Yu merupakan pelanggan lanjut usia yang menghabiskan hampir seluruh aset finansialnya. Putrinya menilai ibunya seharusnya mendapatkan penjelasan yang cukup sebelum membeli paket perawatan dengan harga sangat tinggi. Keluarga juga mempertanyakan apakah penawaran berulang membuat Yu terus membeli layanan meskipun pengeluarannya sudah sangat besar. Namun, tuduhan mengenai praktik penjualan yang tidak semestinya merupakan klaim pihak keluarga dan belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan hukum. Pihak perusahaan memberikan penjelasan berbeda mengenai proses pembelian layanan tersebut. Mereka membantah telah menyesatkan Yu selama menjadi pelanggan.
Seorang pegawai Yongqi menyatakan Yu berulang kali meminta sendiri berbagai prosedur kecantikan karena mempunyai kekhawatiran terhadap penampilannya. Menurut pihak salon, harga layanan juga telah ditampilkan sehingga pelanggan dapat mengetahui biaya sebelum memutuskan melakukan pembayaran. Perusahaan berpendapat keputusan membeli perawatan dilakukan Yu sendiri. Dengan penjelasan tersebut, pihak salon menolak anggapan bahwa mereka secara sengaja membuat pelanggan lanjut usia menghabiskan seluruh tabungannya. Perbedaan keterangan antara keluarga dan pihak salon kemudian menjadi bagian utama dari kontroversi kasus tersebut. Belum terdapat informasi bahwa tuduhan keluarga telah ditetapkan sebagai pelanggaran melalui putusan hukum.
Putri Yu mempunyai pandangan berbeda setelah memeriksa riwayat pembayaran ibunya. Ia menilai besarnya harga dan frekuensi beberapa prosedur patut dipertanyakan. Terlebih, pengeluaran akhirnya membuat kondisi keuangan Yu berubah dari mempunyai tabungan besar menjadi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Keluarga merasa persoalan tersebut tidak lagi sekadar berkaitan dengan keputusan seseorang merawat penampilan. Nilai transaksi yang sangat besar membuat mereka mempertanyakan praktik pemasaran layanan kecantikan kepada konsumen lanjut usia. Karena itulah putri Yu memilih membawa persoalan tersebut ke program televisi lokal untuk mendapatkan perhatian dan mencari penyelesaian.
Peristiwa tersebut turut memunculkan pembahasan mengenai perlindungan konsumen lanjut usia di industri kecantikan. Kelompok lansia dapat menghadapi situasi berbeda ketika menerima penawaran produk atau layanan bernilai tinggi, terutama apabila paket yang ditawarkan mempunyai struktur harga rumit. Transparansi mengenai biaya, manfaat, risiko, jumlah sesi, dan kemungkinan alternatif menjadi penting sebelum konsumen mengambil keputusan. Dalam kasus Yu, persoalan semakin kompleks karena transaksi berlangsung bertahun-tahun sehingga total pengeluaran tidak terlihat sekaligus. Pembayaran dalam jumlah lebih kecil tetapi berulang dapat menghasilkan nilai kumulatif yang sangat besar. Pada akhirnya, sekitar 3 juta yuan dilaporkan telah keluar dari tabungan Yu.
Kasus ini juga menunjukkan pentingnya membedakan layanan kecantikan biasa dengan prosedur yang masuk ke ranah medis. Beberapa tindakan seperti thread lift mempunyai karakter berbeda dibandingkan perawatan salon sederhana. Konsumen perlu memperoleh informasi mengenai siapa yang melakukan prosedur, manfaat yang diharapkan, risiko, serta apakah tindakan tersebut sesuai dengan kondisi mereka. Pertimbangan menjadi semakin penting pada kelompok lanjut usia yang dapat mempunyai kondisi kesehatan tertentu. Harga tinggi juga tidak dengan sendirinya menjamin sebuah prosedur memberikan hasil lebih baik. Keputusan mengenai tindakan medis atau kosmetik idealnya dibuat setelah memperoleh informasi yang cukup dan memahami konsekuensi finansial maupun kesehatannya.
Besarnya tabungan yang dihabiskan Yu turut menjadi faktor utama mengapa kisahnya menyebar luas. Tiga juta yuan setara sekitar 450.000 dolar AS dan nilainya dapat berada di kisaran Rp7 miliar bergantung pada kurs yang digunakan. Angka tersebut merupakan akumulasi pengeluaran selama sekitar satu dekade, bukan biaya satu kali kunjungan. Karena itu, judul yang menyebut Yu menghabiskan Rp7 miliar untuk kecantikan perlu dipahami sebagai total pembayaran berbagai layanan selama bertahun-tahun. Beberapa prosedur mempunyai harga puluhan ribu hingga ratusan ribu yuan. Akumulasi seluruh transaksi itulah yang akhirnya menghabiskan dana pensiun dan hasil penjualan rumahnya.
Kondisi Yu setelah tabungannya habis menjadi bagian yang paling membuat keluarganya khawatir. Dana yang sebelumnya dapat digunakan untuk kebutuhan masa tua tidak lagi tersedia, sementara biaya hidup tetap harus dipenuhi. Ia dilaporkan sampai menjual perhiasan agar dapat membayar sewa dan pengeluaran sehari-hari. Situasi tersebut memperlihatkan dampak jangka panjang dari keputusan finansial yang berlangsung bertahun-tahun. Pada usia 75 tahun, kemampuan untuk membangun kembali tabungan tentu berbeda dibandingkan ketika seseorang masih berada pada usia produktif. Keluarga kemudian mengambil langkah untuk mengetahui secara lebih rinci bagaimana dana dalam jumlah sangat besar tersebut dapat habis di tempat perawatan kecantikan.
Di sisi lain, pihak salon tetap mempertahankan penjelasan bahwa pelanggan datang dan meminta perawatan atas keinginannya sendiri. Pernyataan tersebut membuat kasus ini mempunyai dua versi yang berbeda. Keluarga mempertanyakan harga, pemasaran, serta sejumlah layanan yang dibeli Yu, sedangkan pihak usaha menekankan persetujuan pelanggan dan keterbukaan harga. Tanpa hasil pemeriksaan regulator atau keputusan hukum, belum tepat menyimpulkan bahwa seluruh transaksi tersebut merupakan penipuan. Fakta yang dapat diketahui adalah Yu menghabiskan sekitar 3 juta yuan untuk berbagai layanan selama bertahun-tahun dan kondisi finansialnya kemudian memburuk. Perselisihan berpusat pada bagaimana layanan itu ditawarkan, ditentukan harganya, dan dipahami oleh Yu sebagai konsumen.
Kisah Yu akhirnya menjadi perhatian bukan semata-mata karena jumlah uang yang dihabiskan untuk menjaga penampilan. Kasus tersebut memperlihatkan bagaimana pengeluaran yang dilakukan sedikit demi sedikit dapat menghabiskan tabungan dalam jumlah sangat besar apabila tidak dipantau. Putrinya yang terkejut setelah mengetahui kondisi tersebut kini mempertanyakan berbagai transaksi dan membawa persoalan itu ke ruang publik. Sementara pihak salon membantah telah menyesatkan Yu dan menyatakan berbagai prosedur dilakukan berdasarkan permintaan pelanggan. Perbedaan versi itu masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut untuk menentukan apakah terdapat pelanggaran terhadap konsumen. Namun, pengalaman Yu menjadi pengingat penting mengenai transparansi harga, pemahaman terhadap prosedur, dan perlindungan keuangan ketika membeli layanan kecantikan bernilai tinggi.




