Ambon, 8 November 2026 – Angela Tanoesoedibjo memberikan apresiasi terhadap upaya masyarakat Negeri Rutong, Kota Ambon, Maluku, dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Kunjungan tersebut mendapat sambutan dari Raja Negeri Rutong bersama masyarakat setempat yang memperkenalkan berbagai potensi wilayahnya. Angela menilai pendekatan pembangunan yang memperhatikan alam dan budaya lokal memiliki nilai penting bagi keberlanjutan ekonomi masyarakat. Keharmonisan antara aktivitas usaha dan perlindungan lingkungan menjadi perhatian utama dalam kunjungan tersebut.
Negeri Rutong merupakan salah satu wilayah adat di Kota Ambon yang memiliki kekayaan alam serta tradisi masyarakat yang masih terjaga. Kehidupan masyarakat setempat memiliki hubungan erat dengan lingkungan pesisir dan sumber daya alam di sekitarnya. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui kegiatan ekonomi berbasis masyarakat tanpa harus mengabaikan kelestarian ekosistem. Pengelolaan yang tepat juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mempertahankan identitas budaya daerah.
Sambutan Raja Negeri Rutong menjadi bagian penting dalam memperlihatkan peran kepemimpinan adat dalam kehidupan masyarakat Maluku. Struktur pemerintahan negeri memiliki hubungan erat dengan tradisi serta pengelolaan sumber daya yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam konteks pembangunan daerah, keterlibatan tokoh adat dapat membantu memastikan program ekonomi berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan tersebut juga membuka ruang kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas lokal.
Angela menyoroti pentingnya pengembangan potensi ekonomi yang tidak hanya mengejar peningkatan pendapatan, tetapi juga mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan. Sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan usaha berbasis sumber daya lokal dapat menjadi peluang bagi masyarakat Rutong. Namun, pengembangan kegiatan tersebut memerlukan perencanaan agar tidak menimbulkan kerusakan alam maupun menghilangkan nilai budaya. Keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan menjadi salah satu prinsip penting dalam pembangunan wilayah.
Partisipasi masyarakat memiliki peran besar dalam menjaga keberhasilan pengembangan ekonomi berkelanjutan. Warga perlu mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pengelolaan manfaat dari berbagai kegiatan usaha. Pelatihan keterampilan, peningkatan kualitas produk lokal, serta perluasan akses pasar dapat membantu memperkuat perekonomian masyarakat. Di sisi lain, edukasi mengenai perlindungan lingkungan diperlukan agar pemanfaatan sumber daya alam tetap memperhatikan daya dukung ekosistem.
Pengembangan Negeri Rutong juga dapat menjadi contoh bagi wilayah lain yang memiliki potensi wisata alam dan budaya. Keberhasilan pembangunan berbasis komunitas tidak hanya ditentukan oleh jumlah pengunjung atau besarnya investasi, tetapi juga oleh manfaat yang dirasakan masyarakat setempat. Pelestarian kawasan pesisir, pengelolaan sampah, serta perlindungan tradisi lokal menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan. Dukungan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk memastikan program pengembangan berjalan secara konsisten.
Kunjungan Angela Tanoesoedibjo ke Negeri Rutong memperlihatkan pentingnya sinergi antara pembangunan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan alam. Apresiasi terhadap masyarakat serta kepemimpinan adat setempat menjadi dorongan untuk mempertahankan praktik pembangunan yang memperhatikan keberlanjutan. Potensi ekonomi Rutong diharapkan dapat terus berkembang melalui pengelolaan yang bertanggung jawab dan melibatkan masyarakat secara langsung. Kerja sama berbagai pihak juga diperlukan untuk meningkatkan fasilitas, kualitas sumber daya manusia, serta akses terhadap peluang usaha. Dengan pendekatan tersebut, Negeri Rutong berpeluang memperkuat perekonomian lokal sekaligus mempertahankan kekayaan alam dan warisan budaya Maluku.




