Jakarta, 5 September 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah mempersiapkan peluncuran komersial KA Nusantara Explorer sebagai layanan kereta wisata premium yang menawarkan pengalaman perjalanan menyerupai kapal pesiar. Kereta tersebut tidak dirancang untuk melayani perjalanan reguler harian, melainkan dioperasikan melalui skema penyewaan atau charter serta paket perjalanan terbuka atau open trip. Konsepnya menggabungkan perjalanan, tempat beristirahat, kuliner, hiburan, dan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata dalam satu rangkaian perjalanan. Penumpang nantinya dapat bermalam di dalam kereta, menikmati makan malam, kemudian singgah di destinasi tertentu sebelum melanjutkan perjalanan. Dengan konsep tersebut, perjalanan menggunakan kereta tidak hanya berfungsi untuk berpindah dari satu kota ke kota lain. KAI ingin menjadikan perjalanan itu sendiri sebagai bagian utama dari pengalaman wisata.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan Nusantara Explorer saat ini masih dipersiapkan menuju tahap peluncuran komersial. KAI belum menetapkan tanggal pasti pengoperasian karena beberapa kereta dalam rangkaian masih dalam tahap penyelesaian. Seluruh fasilitas dan aspek operasional akan diperiksa sebelum layanan tersebut ditawarkan secara resmi kepada masyarakat. Anne memastikan Nusantara Explorer tidak akan ditempatkan sebagai kereta reguler dengan jadwal harian seperti layanan antarkota pada umumnya. Pola perjalanan akan lebih fleksibel mengikuti konsep wisata dan kebutuhan pelanggan. Informasi mengenai skema pemesanan, rute, jadwal, serta tarif akan diumumkan setelah seluruh persiapan dinyatakan selesai.

Rangkaian Nusantara Explorer dirancang terdiri atas 12 kereta dengan fungsi berbeda untuk mendukung perjalanan wisata jarak jauh. Fasilitas yang disiapkan mencakup kabin tidur premium, Grand Restaurant, lounge, serta sejumlah kereta pendukung operasional. Kehadiran tempat tidur memungkinkan pelanggan beristirahat selama perjalanan tanpa harus berpindah ke hotel setiap kali berpindah kota. Sementara Grand Restaurant dirancang menjadi ruang bersantap dengan pelayanan kuliner selama perjalanan berlangsung. Lounge menjadi ruang tambahan bagi penumpang untuk bersantai, berbincang, atau menikmati pemandangan dari dalam kereta. Kombinasi fasilitas tersebut membuat Nusantara Explorer dikembangkan lebih menyerupai hotel berjalan dibandingkan kereta penumpang konvensional.

Untuk fasilitas beristirahat, KAI menyiapkan tiga kategori kabin tidur yakni Signature Class, Advance Class, dan Compact Class. Signature Class dirancang menawarkan ruang yang lebih luas dengan tingkat privasi lebih tinggi. Advance Class menggabungkan kenyamanan tempat tidur dengan pemanfaatan ruang yang lebih efisien, sedangkan Compact Class menawarkan konsep lebih ringkas dengan fasilitas istirahat dan penyimpanan. Perbedaan kategori memungkinkan calon pelanggan memilih pengalaman perjalanan sesuai kebutuhan. KAI juga menyiapkan pelayanan personal sebagai bagian dari karakter kereta wisata premium tersebut. Detail kapasitas akhir setiap kategori masih akan menyesuaikan komposisi rangkaian setelah seluruh pengerjaan selesai.

Konsep kapal pesiar semakin terlihat melalui keberadaan Grand Restaurant dan lounge yang menjadi bagian dari rangkaian. Area restoran dirancang dengan penataan meja makan, pencahayaan, serta ruang bersantap yang memberikan suasana berbeda dibandingkan layanan makanan pada kereta reguler. Sementara lounge dilengkapi kursi santai, area bar, piano, sistem hiburan, dan jendela untuk menikmati panorama sepanjang perjalanan. Penumpang dapat menghabiskan waktu di berbagai ruang selama kereta bergerak menuju destinasi berikutnya. Dengan demikian, waktu perjalanan yang biasanya hanya menjadi masa tunggu justru dikembangkan menjadi bagian dari paket wisata. KAI berharap konsep tersebut dapat menghadirkan alternatif baru bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan darat dengan pengalaman lebih eksklusif.

Unsur budaya Indonesia juga menjadi bagian penting dalam desain interior Nusantara Explorer. KAI memasukkan inspirasi dari wayang kulit, Batik Lasem, Sekar Jagad, hingga berbagai motif khas Bali ke sejumlah bagian interior. Unsur tersebut dipadukan dengan material bernuansa hangat, pencahayaan lembut, serta pendekatan desain yang modern. Setiap ruang dirancang mempunyai karakter berbeda tetapi tetap berada dalam satu tema perjalanan Nusantara. Selain desain, pengalaman budaya juga direncanakan hadir melalui kuliner dan pelayanan selama perjalanan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat wisatawan dapat mengenal keberagaman Indonesia bahkan sebelum turun dan mengunjungi destinasi yang menjadi tujuan perjalanan.

Pengembangan Nusantara Explorer dilakukan oleh pekerja KAI di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Sebelum diperkenalkan lebih luas, sejumlah kereta telah menjalani uji statis dan uji dinamis untuk memastikan seluruh sistem dapat berfungsi dengan baik. Uji dinamis sebelumnya dilakukan pada lintasan Surabaya Gubeng menuju Lamongan dan kembali ke Surabaya. Pengujian mencakup kestabilan perjalanan, sistem pengereman, kelistrikan, hingga fungsi berbagai fasilitas pendukung di dalam kereta. Hasil pengujian digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menyempurnakan kereta lainnya yang masih dikerjakan. KAI menegaskan keselamatan dan keandalan sarana tetap menjadi persyaratan utama sebelum rangkaian memasuki pelayanan komersial.

Nusantara Explorer sebelumnya telah digunakan Presiden Prabowo Subianto pada 30 Juli 2026 dalam perjalanan dari Semarang menuju Batang, Jawa Tengah, dan kemudian kembali menuju Jakarta. Perjalanan tersebut menjadi penggunaan awal rangkaian sekaligus bagian dari proses pengenalan konsep wisata berbasis kereta api. Pemerintah ingin layanan semacam Nusantara Explorer dapat mendukung pengembangan destinasi wisata yang berada di sepanjang jaringan perkeretaapian. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya menyebut perjalanan dapat dikembangkan secara fleksibel berdasarkan permintaan pelanggan. Salah satu kemungkinan yang pernah disampaikan adalah perjalanan jarak jauh dari Jakarta hingga Banyuwangi melalui jalur selatan. Namun, rute tersebut belum ditetapkan sebagai rute reguler karena karakter layanan Nusantara Explorer memang berbasis perjalanan wisata sesuai kebutuhan.

Skema charter membuka kemungkinan Nusantara Explorer digunakan untuk perjalanan kelompok, perusahaan, komunitas, maupun kegiatan khusus lainnya. Sementara konsep open trip dapat memberikan kesempatan kepada pelanggan individu untuk membeli paket perjalanan tanpa harus menyewa seluruh rangkaian. Dalam perjalanan tersebut, wisatawan dapat menghabiskan malam di kereta sebelum turun untuk menjelajahi destinasi yang masuk dalam paket perjalanan. Setelah kegiatan wisata selesai, penumpang kembali ke kereta dan melanjutkan perjalanan menuju lokasi berikutnya. Pola seperti inilah yang membuat KAI membandingkan konsep Nusantara Explorer dengan perjalanan menggunakan kapal pesiar. Bedanya, panorama yang dinikmati penumpang berupa bentang alam, kota, persawahan, pegunungan, dan berbagai kawasan di sepanjang jaringan kereta api.

KAI masih menyelesaikan seluruh persiapan sebelum membuka Nusantara Explorer untuk pelayanan komersial secara penuh. Karena itu, perusahaan belum mengumumkan secara resmi harga perjalanan, jadwal keberangkatan, rute paket wisata, maupun tanggal penjualan tiket atau paket charter. Seluruh informasi tersebut akan disampaikan setelah pengerjaan rangkaian, pengujian, pemeriksaan keselamatan, dan kesiapan pelayanan dinyatakan lengkap. Kehadiran Nusantara Explorer diharapkan memperluas pilihan wisata berbasis kereta api sekaligus menciptakan pengalaman baru menikmati berbagai destinasi Indonesia. Konsep kabin tidur, restoran, lounge, hiburan, dan persinggahan wisata membuat layanan tersebut ditempatkan berbeda dari perjalanan kereta konvensional. Jika seluruh tahap persiapan selesai, Nusantara Explorer akan menjadi salah satu produk wisata premium KAI yang menjadikan perjalanan kereta sebagai bagian dari destinasi itu sendiri.