Jakarta, 25 Oktober 2026 – Vokalis grup musik The Lantis mengajak mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta untuk meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan di sela-sela penampilan The Lantis dalam acara Campus Connect yang berlangsung pada Sabtu (24/10/2026). Di tengah kemeriahan pertunjukan musik, sang vokalis menyempatkan diri menyampaikan pesan kemanusiaan kepada mahasiswa yang memadati area panggung MusicZone. Ia mengingatkan bahwa persoalan kebakaran hutan tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Pesan tersebut mendapat respons positif dari para mahasiswa yang hadir.
Dalam kesempatan itu, vokalis The Lantis meminta penonton untuk tidak melupakan masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan akibat kebakaran hutan dan lahan. Ia mengajak mahasiswa mengirimkan doa serta memberikan dukungan kepada warga yang terdampak kabut asap. Menurutnya, kepedulian dapat dimulai melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama. Bantuan tidak harus diberikan dalam jumlah besar karena kontribusi kecil tetap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa kegiatan hiburan juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan solidaritas sosial.
Selain mengajak mahasiswa memberikan bantuan, vokalis The Lantis turut menekankan pentingnya menyebarkan informasi mengenai kondisi masyarakat terdampak karhutla. Ia menilai media sosial dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap persoalan lingkungan yang sedang terjadi. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mengikuti perkembangan informasi, tetapi juga berperan dalam menyampaikan kabar yang benar dan bermanfaat kepada masyarakat luas. Penyebaran informasi yang bertanggung jawab dapat membantu memperluas perhatian terhadap kebutuhan warga di daerah terdampak. Dengan demikian, kepedulian terhadap karhutla tidak berhenti pada simpati, tetapi dapat berkembang menjadi tindakan nyata.
Pesan tersebut disampaikan sebelum The Lantis melanjutkan penampilan musik di hadapan mahasiswa. Sang vokalis mengajak seluruh penonton untuk menyatakan dukungan terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan. Ajakan itu langsung disambut seruan persetujuan, sorakan, dan tepuk tangan dari mahasiswa yang memenuhi area pertunjukan. Interaksi tersebut menciptakan suasana kebersamaan yang memperlihatkan antusiasme mahasiswa terhadap isu kemanusiaan. Momen itu menjadi salah satu bagian menarik dalam penampilan The Lantis karena menggabungkan hiburan musik dengan pesan kepedulian sosial.
Penampilan The Lantis merupakan bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-32 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN Veteran Jakarta. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai aktivitas hiburan dan kreativitas mahasiswa melalui kolaborasi dengan industri media. Mengusung semangat Good Music, Good Vibes, Good Memories, acara Campus Connect menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menikmati pertunjukan musik sekaligus mempererat hubungan antarsivitas akademika. Selain The Lantis, rangkaian kegiatan juga menghadirkan penampilan musik dan berbagai kompetisi kreativitas. Kehadiran musisi populer menjadi salah satu daya tarik utama yang membuat acara berlangsung meriah.
The Lantis turut menghibur mahasiswa dengan membawakan sejumlah lagu populer yang telah dikenal para penggemarnya. Lagu seperti Pancarona, Merah dan Hijau, Pilot, hingga Teruntuk Dirimu menjadi bagian dari penampilan yang menghidupkan suasana panggung. Antusiasme semakin meningkat ketika grup tersebut membawakan Lampu Merah, salah satu lagu yang mendapat perhatian luas dari pendengar musik Indonesia. Para mahasiswa terlihat bernyanyi bersama mengikuti alunan musik yang dibawakan. Di tengah suasana tersebut, pesan mengenai karhutla memberikan dimensi berbeda terhadap pertunjukan yang sebelumnya didominasi hiburan.
Kebakaran hutan dan lahan menjadi persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian berbagai pihak karena dampaknya dapat meluas hingga ke sektor kesehatan dan perekonomian. Kabut asap akibat karhutla berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, menurunkan kualitas udara, serta meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi warga yang tinggal di sekitar wilayah kebakaran maupun daerah yang terdampak penyebaran asap. Partisipasi masyarakat melalui penggalangan bantuan dan penyebaran informasi yang akurat dapat mendukung upaya penanganan dampak bencana. Kalangan mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi melalui kegiatan sosial, edukasi lingkungan, dan gerakan kepedulian di lingkungan kampus.
Ajakan vokalis The Lantis di UPN Veteran Jakarta memperlihatkan bahwa musisi dapat memanfaatkan panggung hiburan untuk meningkatkan perhatian publik terhadap persoalan sosial dan lingkungan. Pesan yang disampaikan secara langsung kepada mahasiswa diharapkan mampu mendorong kesadaran bahwa karhutla merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kepedulian berkelanjutan. Mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya solidaritas dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui pemanfaatan media sosial dan kegiatan kemanusiaan, dukungan terhadap masyarakat terdampak dapat menjangkau kelompok yang lebih luas. Perpaduan antara musik, kreativitas, dan pesan sosial dalam acara tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian dapat tumbuh dari berbagai ruang, termasuk panggung hiburan kampus.




