Jakarta, 24 Mei 2026 – Presenter sekaligus pebisnis peternakan Irfan Hakim kembali menjadi sorotan publik setelah membocorkan keberadaan hewan kurban berukuran raksasa yang dipesan Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Dalam keterangannya, Irfan menyebut hewan kurban yang dipilih bukan sapi biasa karena memiliki ukuran jumbo dengan bobot yang sangat besar dibanding hewan kurban pada umumnya. Pengakuan tersebut langsung menarik perhatian masyarakat setelah video dan dokumentasi hewan-hewan kurban premium itu ramai beredar di media sosial. Irfan mengungkapkan bahwa beberapa sapi dan kerbau pilihan berasal dari jenis unggulan dengan perawatan khusus sehingga memiliki postur besar dan kondisi fisik yang prima. Kehadiran hewan kurban raksasa tersebut pun menjadi pembicaraan hangat karena dikaitkan dengan tren hewan kurban premium di kalangan pejabat dan figur publik.
Menurut Irfan Hakim, Presiden Prabowo disebut memesan kerbau India berukuran sangat besar yang menjadi salah satu hewan unggulan di peternakannya tahun ini. Meski tidak menyebut angka pasti bobot hewan tersebut, Irfan memastikan ukuran kerbau milik Presiden jauh lebih besar dibanding ukuran rata-rata hewan kurban biasa. Selain Presiden, Seskab Teddy Indra Wijaya juga diketahui membeli beberapa sapi jumbo yang kemudian didistribusikan ke sejumlah satuan TNI serta keluarga pribadinya. Dalam dokumentasi yang dibagikan, sapi-sapi tersebut memiliki nama unik seperti Milky, Triton, Raptor, Xavier, dan Eudora dengan postur tubuh yang sangat besar dan kekar. Publik pun ramai memberikan komentar karena ukuran hewan-hewan tersebut dinilai tidak biasa dan menunjukkan tingginya perhatian terhadap kualitas hewan kurban.
Fenomena hewan kurban premium sebenarnya semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan publik figur dan pejabat negara. Pengamat peternakan menjelaskan bahwa sapi jenis Limousin, Simmental, hingga kerbau impor memang memiliki potensi bobot sangat besar apabila dirawat dengan nutrisi dan sistem pemeliharaan yang optimal. Selain faktor ukuran, hewan kurban premium biasanya dipilih berdasarkan kesehatan, usia, serta kualitas fisik yang memenuhi syariat kurban. Tren ini juga disebut ikut mengangkat sektor peternakan lokal karena meningkatnya minat masyarakat terhadap hewan kurban berkualitas tinggi menjelang Idul Adha. Di sisi lain, kehadiran figur publik dalam bisnis peternakan dinilai membantu meningkatkan perhatian masyarakat terhadap potensi ekonomi di sektor peternakan modern Indonesia.
Sejumlah pengamat sosial menilai perhatian publik terhadap hewan kurban milik tokoh terkenal bukan hanya karena ukurannya yang fantastis, tetapi juga karena tradisi kurban memiliki nilai simbolik yang kuat di masyarakat Indonesia. Hewan kurban sering dipandang sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus representasi komitmen berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Oleh sebab itu, pilihan hewan kurban dari pejabat negara maupun selebritas kerap menjadi sorotan setiap menjelang Idul Adha. Di sisi lain, maraknya konten digital mengenai sapi dan kerbau jumbo juga memperlihatkan bagaimana media sosial kini ikut membentuk tren baru dalam promosi peternakan dan perdagangan hewan kurban. Banyak peternak memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan kualitas ternak lokal kepada masyarakat luas.
Meningkatnya perhatian terhadap hewan kurban jumbo milik Presiden Prabowo dan Seskab Teddy menunjukkan bahwa tradisi Idul Adha kini tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga bagian dari dinamika sosial dan ekonomi masyarakat modern. Publik melihat fenomena ini sebagai kombinasi antara nilai keagamaan, tren gaya hidup, dan perkembangan industri peternakan nasional yang semakin maju. Banyak pihak berharap meningkatnya minat terhadap hewan kurban berkualitas dapat memberikan dampak positif bagi para peternak lokal dan memperkuat sektor peternakan dalam negeri. Di tengah antusiasme masyarakat menjelang Idul Adha, perhatian terhadap kesehatan hewan, distribusi daging kurban, dan kualitas peternakan juga dinilai semakin penting untuk dijaga. Fenomena hewan kurban raksasa tersebut akhirnya menjadi simbol bagaimana tradisi keagamaan terus berkembang mengikuti dinamika zaman tanpa meninggalkan nilai utama berbagi dan kepedulian sosial.





